Jumat, 08 Oktober 2010

Makalah Tentang Perbedaan Pemasaran Dengan Penjualan


KATA PENGANTAR


          Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
          Dalam penyusunan makalah ini, penulis mendapat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Akhirnya dengan kerja keras penulis dapat menyesesaikan makalah ini dengan baik.
          Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, diantaranya :
1.         Dosen mata kuliah Dasar Pemasaran.
2.         Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan dorongan berupa materi, maupun moral selama penyusunan makalah ini.
3.         Pihak lain yang telah mendukung.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna dalam sistematika penulisannya. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar makalah ini dapat lebih baik.






                                                                                                                                                Jakarta, 28 september 2010




                                                                                                                                                Penulis














i
DAFTAR ISI

I.       Judul
II.      Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………………………..  i
III.    Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………………………….   ii
IV.    BAB I (Pendahuluan)         
A.      Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………………  1
B.      Tujuan…………………………………………………………………………………………………………………………….  1
1)      Tujuan Pemasaran……………………………………………………………………………………………………  1
2)      Tujuan Penjualan……………………………………………………………………………………………………..  2
BAB II (Pembahasan)
A.      Perbedaaan Konsep Pemasaran dengan Penjualan………………………………………………………..               2
1)      Konsep Pemasaran …………………………………………………………………………………………………..                2
a)      Konsep berwawasan Produksi…………………………………………………………………………… 2
b)      Konsep berwawasan Produk…………………………………………………………………………….. 2
c)       Konsep berwawasan Menjual…………………………………………………………………………….                2
d)      Konsep berwawasan Pemasaran………………………………………………………………………..                2
2)      Konsep Penjualan……………………………………………………………………………………………………..                3
a)      Pengertian Penjualan …………………………………………………………………………………………                3
b)      Hubungan Promosi Dengan Penjualan……………………………………………………………….                3
c)       Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan…………………………………….                4
d)      Promosi Penjualan…………………………………………………………………………………………….. 4
e)      Tujuan Promosi Penjualan…………………………………………………………………………………. 5
f)       Tingkat Penjualan………………………………………………………………………………………………. 6
g)      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Volume Penjualan………………………………………                6
B.      Kegagalan Pelayanan Terhadap Pelanggan……………………………………………………………………..                7
C.      Peluang Pasar…………………………………………………………………………………………………………………. 7
BAB III (Penutup)
A.      Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………………….. 9
B.      Saran……………………………………………………………………………………………………………………………...  9
V.     Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………………………………………   10


          ii
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung kepada keahlian pengusaha dibidang pemasaran, produksi, keuangan maupun dibidang lain. Selain itu tergantung pula kemampuan pengusaha untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar perusahaan dapat berjalan lancar.
Suatu produk yang telah berhasil diproduksi biasanya membutuhkan jasa distribusi untuk memasarkannya. Produk yang telah dihasilkan tersebut tidak bisa mencari konsumen sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar suatu produk sukses dipasarkan di market.
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi (1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.

B.      Tujuan

1)      Tujuan Pemasaran
Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai oleh perusahaan melalui bagian pemasaran :
1.       titik awalnya adalah konsumen target.
2.       fokusnya adalah kebutuhan konsumen.
3.       sasarannya adalah laba melalui kepuasan konsumen.
4.       caranya melalui paduan antara promosi dan komunikasi pemasaran -> komunikasi pemasaran terpadu.
Kepuasan konsumen akan tercapai apabila perusahaan mampu untuk menyediakan consumer value package, yang berupa :
1.       produknya -> berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen.
2.       harganya -> dapat terjangkau oleh konsumen target.
3.       pelayanannya -> kepada konsumen memuaskan.
4.       citra produknya -> baik dari sudut pandang konsumen.
Apabila kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba. Sebaliknya, apabila perusahaan melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian. Kepuasan konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran/marketing.



1
2)      Tujuan Penjualan
Tujuan tidak secara langsung dipengaruhi oleh iklan, tetapi penjualan sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaran. Strategi pemasaran meliputi kegiatan-kegiatan seperti kebijakan, mengenai harga, saluran distribusi, produk serta berbagai elemen yang tercakup di dalam kegiatan promosi.


BAB II
PEMBAHASAHAN

A.     Perbedaan Konsep Pemasaran Dengan Penjualan
1)      Konsep Pemasaran
memfokuskan pada kebutuhan pembeli. Karena itu pemasaran sibuk dengan pemikiran  memuaskan kebutuhan  pelanggan melalui produk dan keseluruhan barang yang berhubungan   dengan penciptaan, pengantaran, dan akhirnya pengkonsumsiannya.
iPemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 1995). Sedangkan menurut Wiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan dan keinginan serta kepuasan. Dalam melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung jawab serta dapat berpedoman pada salah satu filosofi pemasaran. Ada lima filosofi pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan-kegiatan pemasarannya (Philip Kotler, 2000), yaitu:

a) Konsep Berwawasan Produksi.
Konsep berwawasan produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya.

b) Konsep Berwawasan Produk.
Konsep berwawasan produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik, atau hal-hal inovatif lainnya.

c) Konsep Berwawasan Menjual.
Konsep berwawasan menjual berpendapat bahwa konsumen dibiarkan saja, konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah cukup, artinya konsumen enggan membeli dan harus didorong supaya membeli, serta perusahaan mempunyai banyak cara promosi dan penjualan yang efektif untuk merangsang pembeli.

d) Konsep Berwawasan Pemasaran.
Konsep berwawasan pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada saingannya.



2
William J. Stanton, menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran tersebut disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu :
1.      Orientasi konsumen/pasar/pembeli.
2.      Volume penjualan yang menguntungkan.
3.      Koordinasi dan integrasi seluruhan kegiatan pemasaran.
Philip Kotler (1995) mengemukakan konsep berwawasan pemasaran, berpendapat bahwa untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentu kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari para sainganya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama, yaitu: pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinir serta keuntungan.
Konsep berwawasan menjual memandang mulai dari dalam ke luar, mulai dengan pabrik, memutuskan perhatian pada produk yang ada dan membutuhkan penjualan serta promosi untuk menghasilkan penjualan yang menguntungkan.

2)      Konsep Penjualan
menfokuskan pada kebutuhan penjual. Karena itu penjualan sibuk  dengan kebutuhan  penjual   untuk mengubah produk/jasanya  menjadi  cash atau   uang kontan.

a)  Pengertian Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi (1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.

b)  Hubungan Promosi Dengan Penjualan
Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dan saling berkaitan yang satu dengan yang lainnya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran. Sedangkan penjualan adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk mengadakan kegiatan promosi melalui iklan, personal selling, dan publisitas.
Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap, maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar mempertahankannya. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan kegiatan promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa kemungkinan, misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali. Peninjauan tentang keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam skop yang luas, dengan demikian penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat dihindarkan.



3
c)   Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan
Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
1.   Kondisi dan Kemampuan Penjual.
Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni:
a.   Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan.
b. Harga produk.
c.   Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya.
2.   Kondisi Pasar.
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu di perhatikan adalah:
a. Jenis pasarnya.
b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya.
c. Daya belinya.
d. Frekuensi pembelian.
e. Keinginan dan kebutuhan.
3.   Modal.
Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal  penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha, seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.
4.   Kondisi Organisasi Perusahaan.
Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan.
5.   Faktor lain.
Faktor-faktor lain, seperti: periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya, diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil, kegiatan ini lebih jarang dilakukan.
Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa “paling penting membuat barang yang baik”. Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan, maka diharapkan pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Namun, sebelum pembelian dilakukan, sering pembeli harus dirangsang daya tariknya, misalnya dengan memberikan bungkus yang menarik atau dengan cara promosi lainnya.

d)  Promosi Penjualan
Menurut Basu Swastha. (1999) Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjual saja, dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Jadi, penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi.

4
Sedangkan menurut Indriyo G. (1994) promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
Menurut Lamb, Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran, selain dari pada periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat, dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikkan nilai tambah.
Sasaran promosi penjualan biasanya lebih mempengaruhi perilaku dibandingkan dengan sikap. Pembelian segera adalah tujuan dari promosi penjualan, terlepas bentuk apapun yang diambil. Karena itulah, kelihatannya lebih masuk akal ketika merencanakan suatu kampanye promosi penjualan untuk target pelanggan sehubungan dengan perilaku umum. Misalnya, apakah konsumen loyal terhadap produk anda atau terahadap produk pesaing anda? Apakah konsumen akan berpindah merek guna mencari kesepakatan yang lebih baik? Apakah konsumen hanya akan membeli produk paling kurang mahal saja, tidak peduli apapun? Apakah konsumen membeli setiap produk ketegori produk sama sekali? (Lam, Hair dan McDaniel, 2001).
Promosi penjualan terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda-beda, kebanyakan berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan/atau lebih besar dari suatu produk/jasa tertentu oleh konsumen atau pelanggan tersebut (Kotler, 2000).
Menurut Teguh Budianto dan Fandy C. (1997) promosi penjualan alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, umumnya bersifat jangka pendek. Promosi penjualan dapat bersifat individu maupun non individu.
Berdasarkan sasarannya, promosi penjualan dapat diklasifikasi menjadi:
1.Promosi konsumen, misalnya produk sampel, kopun berhadiah, hadiah langsung, potongan     harga jaminan, garansi, pelayanan purnajual, demostrasi, dan sebagainya.
2. Promosi dagang, misalnya kredit pembelian, hadiah pembelian, periklanan bersama, pajangan bersama, kontes penjual, dan sebagainya.
3. Promosi bisnis, misahiya sponsor pertunjukkan, demostrasi dan peragaan dalam pertunjukkan dagang, kontes penjualan, hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan dan sebagainya.

e)  Tujuan Promosi Penjualan
1.  Tujuan promosi penjualan intern.
Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan moral karyawan, melatih karyawan, kerjasama, serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatan-kegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh: slide, filim, brosur, dan selebaran.
2.  Tujuan promosi penjualan perantara.
Usaha-usaha promosi penjualan dengan perantara (pedagang besar, pengecer, lembaga perkreditan, dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi perubahan-perubahan musiman dalam pesanan, untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi, atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik.
Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan, misalnya ditawarkan kepada perantara dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit, atau memberika potongan musiman 25%. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembeh’an yang lebih besar.
3.  Tujuan promosi penjualan konsumen.
Promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru, untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti, mendapat potongan
5
20% apabila membeli satu produk), untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada, untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk mempertahankan penjualan. Jadi, promosi penjualan perusahaan yang ditujukan pada konsumen dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu:
a. Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen,
b. Kegiatan yang ditujukan untuk medorong para konsumen.

Untuk memberitahukan konsumen, perusahaan dapat menyediakan buku kecil, mengadakan demonstrasi, menawarkan jasa konsultasi. Sedangkan untuk mendorong konsumen, perusahaan dapat memberikan contoh barang atau hadiah. Sering publisitas juga dilakukan untuk membangkitkan daya tank promosi seperti ini (Basu, 1999).

f)   Tingkat Penjualan
Volume penjualan dapat dijabarkan sebagai umpan balik dari kegiatan pemasaran yang dilaksanakan oleh perusahaan. Penjualan mempunyai pengertian yang bermacam-macam tergantung pada lingkup permasalahan yang sedang dibahas. Menurut Kotler dan Amstrong (1998), penjualan dalam lingkup kegiatan, sering disalah artikan dengan pengertian pemasaran. Penjualan dalam lingkup ini lebih berarti tindakan menjual barang atau jasa. Kegiatan pemasaran adalah penjualan dalam lingkup hasil atau pendapatan berarti penilaian atas penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode.
Menurut Swastha dan Irawan (2000), permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan volume fisik maupun volume rupiah. Berdasarkan pendapat Swastha dan Irawan tersebut, pengukuran volume penjualan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu didasarkan jumlah unit produk yang terjual dan didasarkan pada nilai produk yang terjual (omzet penjualan). Volume penjualan yang diukur berdasarkan unit produk yang terjual, yaitu jumlah unit penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu, sedangkan nilai produk yang terjual (omzet penjualan), yaitu jumlah nilai penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam penelitian ini pengukuran volume penjualan didasarkan pada jumlah unit produk yang terjual.

g)  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Volume Penjualan
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan antara lain:
1.   Kualitas barang.
Turunnya mutu barang dapat mempengaruhi volume penjualan, jika barang yang diperdagangkan mutunya menurun dapat menyebabkan pembelinya yang sudah menjadi pelanggan dapat merasakan kecewa sehingga mereka bisa berpaling kepada barang lain yang mutunya lebih baik.
2.   Selera konsumen.
Selera konsumen tidaklah tetap dan dia dapat berubah setiap saat, bilamana selera konsumen terhadap barang-barang yang kita perjualkan berubah maka volume penjualan akan menurun.
3.  Servis terhadap pelanggan
Merupakan faktor penting dalam usaha memperlancar penjualan terhadap usaha dimana tingkat persaingan semakin tajam. Dengan adanya servis yang baik terhadap para pelanggan sehingga dapat meningkatkan volume penjualan.
4.   Persaingan menurunkan harga jual.
Potongan harga dapat diberikan dengan tujuan agar penjualan dan keuntungan perasahaan dapat ditingkatkan dari sebelumnya. Potongan harga tersebut dapat diberikan kepada pihak tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula.



6
Penjualan
Pemasaran
  1. tekanan pada produk.
  2. perusahaan pertama-tama membuat produk dan kemudian mereka-reka bagaimana menjualnya.


  1. manajemen berorientasi ke volume penjualan.
  2. perencanaan berorientasi.
  1. tekanan pada keinginan konsumen.
  2. perusahaan pertama-tama menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian mereka-reka bagaimana membuat dan menyerahkan produknya untuk memenuhi keinginan itu.
  3. manajemen berorientasi ke laba usaha.
  4. perencanaan berorientasi ke hasil jangka panjang, berdasarkan produk-produk baru, pasar hari esok, dan pertumbuhan yang akan datang.

B.   Kegagalan Pelayanan Terhadap Pelanggan
1.   Kesenjangan Antara Harapan Pelanggan dan Pandangan Manajemen.
2.   Kesenjangan Antara Pandangan Manajemen dan Spesifikasi Mutu Pelayanan.  
3.
   Kesenjangan Antara Spesifikasi Mutu Pelayanan dan Sajian Pelayanan.
4.   Kesenjangan Antara Penyajian  Pelayanan dan Komunikasi Eksternal.
5.
   Kesenjangan Antara Pelayanan yang Dirasakan dan Pelayanan yang Diharapkan.
Kegagalan lainnya adalah kurangnya kemauan untuk meningkatkan efisien/penghematan sehingga dapat menerapkan mutu gratis bagi  konsumen. Artinya perusahaan  harus  selalu mengupayakan  nilai tambah pada konsumen/ pemakai  produk/jasa   tanpa   harus menimbulkan biaya  tambahan. Dengan  cara  demikian maka  pelayanan  akan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

C.   Peluang Pasar
a)   Sistem Informasi Pemasaran dan Penelitian Pemasaran
1. Sistem Pencatatan Internal :
    a. Sistem Pemesanan – Pengiriman – Penagihan.
    b. Sistem Laporan Penjualan.
    c. Sistem Pelaporan yang Berorientasi pada Pemakai.
    d. Sistem Intelijen Pemasaran (Marketing Inteligence System).
2. Sistem Penelitian Pemasaran
    a. Pemasok untuk Penelitian Pemasaran.
    b. Jangkauan Penelitian Pemasaran.
    c. Proses Penelitian Pemasaran.
    d. Karakteristik Penelitian Pemasaran yang Baik.
    e. Penggunaan Penelitian Pemasaran oleh Manajemen.

b)   Analisa Lingkungan Pemasaran
1. Pelaku dalam Lingkungan Mikro
    a. Perusahaan    
    b. Pemasok
    c. Perantara Pemasaran
    d. Pelanggan
    e. Pesaing
    f. Publik/Masyarakat

          7
2. Kekuatan dalam Lingkungan Makro Perusahaan
    a. Lingkungan Demografi
    b. Lingkungan Ekonomi
    c. Lingkungan Alam
3. Peran Pemerintah yang Berubah dalam Perlindungan Lingkungan
    a. Lingkungan Teknologi
    b. Lingkungan Politik
    c. Lingkungan Alam

c)   Menganalisa Pasar Konsumen dan Perilaku Pembeli
1. Faktor Utama yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
    a. Faktor Kebudayaan
    b. Faktor Sosial
    c. Faktor Pribadi
    d. Faktor Psikologis
2. Proses Keputusan Membeli
    a. Peranan dalam Pembelian
    b. Jenis – jenis Perilaku Membeli
    c. Meneliti Proses Keputusan Membeli
    d. Tahap – tahap dalam Proses Keputusan Membeli

d)   Analisa Pasar Bisnis dan Perilaku Pembeli Organisasi
1. Pasar Industri
    a. Siapa yang Berada dalam pasar Industri ?
    b. Keputusan Pembelian Apa yang Dibuat oleh Pembeli Industri ?
    c. Siapa yang Berperan dalam Proses Pembelian Industri ?
    d. Apakah Pengaruh yang Paling Penting terhadap Pembeli Industri ?
    e. Bagaimana Pembeli Industri Membuat Keputusan Pembelian Mereka ?
2. Pasar Penjual Kembali
    a. Siapakah yang Ada dalam Pasar Penjual Kembali ?
    b. Keputusan Membeli Apakah yang Dibuat Penjual Kembali ?
    c. Siapakah yang Berperan dalam Proses Pembelian Penjual Kembali ?
    d. Apakah yang Merupakan Pengaruh Utama pada Pembeli Penjual Kembali ?
    e. Bagaimana Penjual Kembali Membuat Keputusan Pembeliannya ?
3. Pasar Pemerintah
    a. Siapakah yang Berada dalam Pasar Pemerintah ?
    b. Keputusan Pembelian apakah yang Dibuat Pemerintah ?
    c. Siapakah yang Berperan dalam Proses Pembelian yang Dilakukan Pemerintah ?
    d. Apakah yang Merupakan Pengaruh Penting terhadap Pembeli Pemerintah ?
    e. Bagaimana Pembeli Pemerintah Membuat Keputusan Pembelian Mereka ?

e)   Menganalisa Pesaing
1. Mengidentifikasi Strategi Pesaing
2. Menentukan Tujuan Pesaing
3. Memeriksa Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
4. Memperkirakan Pola Reaksi Pesaing
5. Merancang Sistem Intelijensi Persaingan
6. Memilih Pesaing untuk Diserang dan Dihindari
7. Menyeimbangkan Orientasi Pelanggan dan Pesaing

8
BAB III
PENUTUPAN

A.   Kesimpulan
Jadi kesimpulan dari persamaan dan per bedaanya dari pemasaran dan penjualan yaitu :
- Persamaan : Sama sama bertujuan menukar barang / jasa dengan uang tetapi kalau ditukar dengan barang / jasa lagi, disebut barter).
- Perbedaan : Penjualan hanya bertujuan untuk menjual barang. Pemasaran adalah penjualan barang menggunakan cara-cara yg dirancang dan direncanakan sedemikian rupa untuk memaksimalkan profit yg diperoleh. Jadi pemasaran juga mencakup pengumpulan informasi, promosi (iklan), pemilihan posisi (produk bersifat musiman atau tetap, yg ditargetkan masyarakat ekonomi menengah atau atas). Analisa pasca penjualan (kesimpulan apa yg bisa ditarik, apakah analisa pasar sebelum pemasaran memang akurat, dan lain-lain). Dan berbagai strategi lainnya.
Kalau ruang lingkup, jelas lebih luas pemasaran disbanding penjualan karena penjualan adalah bagian dari pemasaran.

B.   Saran
Untuk strategi dibidang pemasaran, hendaknya penjual lebih mengembangkan strategi yang selama ini sudah direncanakan dan dijalankan, seperti melakukan kegiatan promosi yang lebih gencar atau cepat dari pesaing, perusahaan harus dapat menjaga hubungan baik yang telah terjalin selama ini dengan pihak konsumen dan pemasok agar tingkat penjualan lebih ditingkatkan lagi tanpa mengurangi kuantitas dan nama baik perusahaan, perusahaan harus terus mengikuti perkembangan mengenai produk dan harus jeli melihat peluang pasar yang ada sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar sebaik-baiknya, dan sebaiknya perusahaan dapat menjaga kepuasan konsumen yaitu dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya.























9
DAFTAR PUSTAKA

http://www.blogger.com
Angipora, Maskus P., 1999. Dasar-dasar Pemasaran, Edisi I, Cetakan 1, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Swastha Basu dan Irawan, 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Liberty Yogyakarta.
Gujarati, 1997. Ekonometrika Dasar, Erlangga, Jakarta.
Staton, Wiliam J, 1978, Fundamentals of Marketing, Kogakarha, Me. Graw Hill Bokk Company Tokyo.
Swastha, Basu dan Irawan, 2000, Manajemen Pemasaran Modern, (Edisi II, Get. VHI),: Liberty Yogyakarta.
Indriyo Gitosudarmo,1994. Manajemen Pemasaran, Edisi Pertama, BPFE Yogyakarta.
Warman Asri, 1986. Marketing, AMP YKPN Yogyakarta.
Lamb, Hair dan Me. Daniel, 2001. Pemasaran, Buku 2, Salemba Empat.
Kotler, Philip, 1995. Manajemen Pemasaran, Analisis, Prencanaan, Implemtansi, dan Pengendalian, Terjemahan Buku Satu dan Dua, Salemba Empat.
Kotler, Philip, AB. Susanto, 2000. Manajemen Pemasaran di Indonesia, Buku 2, Salemba Empat.
Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 1998, Marketing: An Introduction, 3rd Edition, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Teguh B., Fandy C., 1997. Pemasaran Internasional, Edisi 1, BPFE Yogyakarta. Winardi, 1982, Kamus Ekonomi, Bandung.
Levitt, Lamb, C.W., Joseph F. Hair, Carl Mc. Daniel. Marketing. Singapore : South-Western College Publishing, 2000 : 19).
 Theodore, 1980. The Marketing  Mode, York : Mc Graw-Hill.









10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar