Senin, 09 Juni 2014

Tugas 3 Bahasa Inggris Bisnis II

ADVERB
Adverb adalah kata yang berfungsi untuk mendeskripsikan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), maupun adverb lain. Kata keterangan bahasa Inggris ini merupakan satu dari delapan part of speech yang mungkin berbentuk sederhana (fast, there, usually), atau berbentuk frasa. Frasa adverb, disebut adverb phrase, dapat berupa kata keterangan dengan qualifier atau kelompok kata seperti : prepositional phrase atau infinitive phrase (very fast, at the office, to be better).

Macam, Fungsi, dan Contoh Adverb
Berikut macam, fungsi, dan contoh adverb.
·         Time (waktu): menyatakan waktu terjadinya suatu kegiatan/peristiwa (now, today, yesterday).
·         Manner (cara): menyatakan cara suatu kegiatan dilakukan atau peristiwa terjadi (automatically, beautifully, fast).
·         Degree (derajat): menyatakan sampai seberapa jauh (tingkatan atau derajat) suatu kegiatan/peristiwa (absolutely, barely, really).
·         Modality (harapan): menyatakan tingkat keyakinan/harapan (likely, maybe, probably).
·         Frequency (frekuensi): menyatakan seberapa sering suatu kegiatan atau peristiwa dilakukan atau terjadi (always, often, rarely).
·         Place & Direction (tempat & arah): menyatakan tempat dan arah terjadinya suatu kegiatan/peristiwa (here, in, somewhere).
·         Purpose: menjawab pertanyaan “why” (for a reason, to buy some clothes).
·         Focus: menunjukkan bahwa apa yang dibicarakan terbatas pada bagian yang difokuskan (also, just, only).

Contoh Kalimat Adverb:

·         Please call me later, I’m studying now. (Tolong hubungi saya nanti, saya sedang belajar sekarang.)
·         He is watching the football match there. (Dia sedang menonton pertandingan sepakbola disana.)

 

Adverb Placement & Order

Adverb Placement: adverb mungkin dapat ditempatkan di awal (Maybe I call her tonight), tengah (They’ve recently went home), atau akhir kalimat (He always drives fast). Jika ada lebih dari satu kata keterangan di dalam suatu kalimat, kita perlu mengikuti aturan adverb order: manner – place – frequency – time – purpose.

 

Contoh Kalimat Adverb Order:

I took the cooking course for three days every week last month. (Saya mengambil kursus memasak selama tiga hari seminggu bulan lalu.)

Adverbial Clause

Adverbial Clause merupakan dependent clause yang berfungsi sebagai kata keterangan dan memberikan informasi tentang verb, adjective, atau kata keterangan lain pada independent clause di dalam suatu complex sentence.

 

Contoh Kalimat Adverbial Clause:

When he didn’t come last night, he notified by phone. (Ketika dia tidak datang semalam, dia mengabari melalui telepon.)
Mempersingkat adverbial clause (reduced adverbial clause) dapat dilakukan dengan syarat di dalam complex sentence hanya terdapat satu subject.

 

Contoh Kalimat Reduced Adverbial Clause:

When not coming last night, he notified by phone. (Ketika tidak datang semalam, dia mengabari melalui telepon.)

ADJECTIVE

Adjective adalah suatu kata yang digunakan untuk menerangkan noun atau pronoun yang dapat berupa : person (orang), place (tempat), animal (binatang), maupun thing (benda, konsep abstrak). Kata sifat ini merupakan satu dari delapan part of speech

 

Adjective Phrase dan Compound Adjective

Adjective mungkin berbentuk sederhana (dark, hot, young), atau berbentuk frasa. Frasa adjective, disebut adjective phrase, merupakan kombinasi dari adjective (sebagai head) dan modifier atau determiner.

 

Contoh Adjective Phrase:

·         very dark chocolate
·         many young married couple
Selain itu, dua adjective mungkin dapat bergabung untuk membentuk kata baru yang disebut compound adjective.

 

Contoh Compound Adjective:

·         part-time jobs
·         oil-free lotion

 

Adjective Position

Kata sifat mungkin menempati salah satu posisi:
·         Attributive: diletakkan di depan noun (beautiful girls)
·         Postpositive: dibelakang noun tanpa disela linking verb (someone special)
·         Predicative: diletakkan setelah noun dengan disela linking verb (contoh kalimat: The lady is beautiful)

 

Adjective Order

Jika ada lebih dari satu adjective di depan noun, kita perlu mengikuti adjective order, yakni urutan adjective berdasarkan kategori: opinion, size, age, shape, color, origin, material, purpose.

 

Contoh Adjective Order:

two happy small blue birds (opinion – size – color)

 

Adjective Degree

Untuk menyatakan perbandingan, dapat digunakan adjective dalam bentuk:
·         positive degree: membandingkan kesetaraan (She is as good as you in math.)
·         comparative degree: untuk membandingkan dua hal (Today should be better than yesterday.)
·         superlative degree: untuk membandingkan tiga hal atau lebih (He was the best of all of us.)

 

Adjective Clause

Adjective Clause merupakan dependent clause yang berfungsi sebagai adjective, untuk menjelaskannoun atau pronoun pada suatu complex sentence.

 

Contoh Kalimat Adjective Clause:

The student who always goes to school by bus is my friend.
Klause ini mungkin direduksi (dipersingkat) – reduced adjective clause – dengan menghilangkan relative pronoun dan mengubah kata kerja yang digunakan menjadi participle.

 

Contoh Kalimat Reduced Adjective Clause:

The student always going to school by bus is my friend.


Macam-Macam Adjective

·         Stative dan Dynamic Adjective: stative mencirikan kondisi yang cenderung permanen (small, black, tall), sedangkan dynamic berhubungan dengan tingkah laku (foolish, friendly, playful).
·         Inherent dan Non-Inherent Adjective: inherent mencirikan secara langsung noun yang diterangkannya (someone special = special mencirikan someone secara langsung – someone who is special), sedangkan non-inherent kebalikannya (my old friend = bukan “my friend who is old”, melainkan old mencirikan friendship yang telah berlangsung lama).

COMPARRISON DEGREE
Comparison atau bentuk perbandingan adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan tingkat perbandingan. Dalam bahasa Inggris menggunakan 3 bentuk perbandingan, yaitu :
1. Positive Degree
2. Comparative Degree
3. Superlative Degree

Contoh :
- Widia is as big as Ajeng.   ---------------> Positive Degree
   (Widia sama besarnya dengan Ajeng.)
- Rina is bigger than Widia.  ---------------> Comparative Degree
   (Rina lebih besar daripada Widia)
- Mira is the biggest.            ---------------> Superlative Degree
  (Mira paling besar.)

1. POSITIVE DEGREE
Positive Degree (Tingkatan Biasa) adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda atau orang dalam keadaan sama dengan yang lainnya. Susunan kalimat ini dibentuk dengan menempatkan kata sifat ( adjectives) diantara dua as.
to be + as + adjective + as
Contoh :
- He is as tall as his uncle.
  (Dia sama tinggi dengan pamannya.)
- Najlia is as smart as Rania.
  (Najlia sama pandainya dengan Rania.)
- You are as small as my sister.
  (Kamu sama kecilnya dengan kakak perempuan saya.)

2. COMPARATIVE DEGREE
Comparative Degree (Tingkatan Lebih) digunakan untuk menyatakan bahwa keadaan suatu benda atau orang lebih dari yang lainnya. Aturan pembentukan kalimat ini adalah sebagai berikut :
to be + comparative + than
Keterangan :
- Tambahkan akhiran "er" pada kata sifat ( 
adjectives ) yang pendek (umumnya terdiri dari satu atau dua suku kata), gabungkan dengan kata "than".
- Untuk kata sifat ( adjectives ) yang lebih panjang (lebih dari dua suku kata) umumnya didahului dengan kata "more" sebelum kata sifat, kemudian diikuti dengan kata "than".

Contoh :
- My house is larger than Doni's house.
  (Rumah saya lebih luas daripada rumah Doni.)
- Magazine is more interesting than newspaper.
  (Majalah lebih menarik daripada koran.)
- Mr.Jack is richer than Mr. Black.
  (Tuan Jack lebih kaya daripada Tuan Black.)

Keterangan :
1. Kata sifat yang berakhiran huruf -e diubah menjadi comparative dengan menambahkan -r.
Contoh :
- brave : berani ---> braver : lebih berani
- large : luas      ---> larger : lebih luas
- wide : lebar    ---> wider : lebih lebar
- safe : aman     ---> safer : lebih aman
- fine : bagus     ---> finer : lebih bagus

2. Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan huruf mati dapat diubah menjadi comparative dengan menambahkan -er
- hard : keras   ---> harder : lebih keras
- high : tinggi    ---> higher : lebih tinggi
- low : rendah  ---> lower : lebih rendah
- slow : pelan   ---> slower : lebih pelan
- young ; muda ---> younger : lebih muda

3. Kata sifat yang berakhiran huruf mati setelah satu huruf hidup yang berbunyi dapat diubah menjadi comparative dengan menggandakan huruf mati tersebut dan kemudian menambahkan -er.
- big : besar     ---> : bigger: lebih besar
- fat : gemuk    ---> fatter : lebih gemuk
- hot : panas    ---> hotter : lebih panas
- thin : kurus    ---> thinner : lebih kurus

4. Kata sifat yang berakhiran huruf -y setelah huruf mati dapat diubah menjadi comparative dengan menggantikan huruf -y dengan huruf -i kemudian ditambahkan -er.
- crazy : gila     ---> crazier : lebih gila
- easy : mudah ---> easier : lebih mudah
- happy : gembira ---> happier : lebih gembira
- lazy : mlas     ---> lazier : lebih malas
- tidy : rapi      ---> tidier : lebih rapi

5.Kata sifat yang berakhiran huruf -r, -er, -le, -ow dapat diubah menjadi comparative dengan menambahkan -er.
- clever : pandai   ---> cleverer : lebih pandai
- near : dekat       ---> nearer : lebih dekat
- poor : miskin     ---> poorer : lebih miskin
- narrow : sempit ---> narrower : lebih sempit
- shallow : dangkal ---> shallower : lebih dangkal

6. Kata sifat yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dapat diubah menjadi comparative dengan menambahkan more.
- beautiful : cantik ---> more beautiful : lebih cantik
- delicious : enak  ---> more delicious : lebih enak
- difficult : sulit      ---> more difficult : lebih sulit
- important : penting ---> more important : lebih penting
- useful : berguna  ---> more useful : lebih berguna

7. Beberapa kata sifat diubah menjadi comparative dengan pola yang tidak beraturan.
- good : bagus      ---> better : lebih bagus
- bad : buruk        ---> worse : lebih buruk
- little : sedikit       ---> less : lebih sedikit
- much : banyak    ---> more : lebih banyak
- far : jauh             ---> farther/further : lebih jauh

3. SUPERLATIVE DEGREE
Superlative Degree (Tingkatan Paling) digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda atau orang adalah paling dibanding lainnya. 
to be + the superlative
Keterangan :
- Tambahkan akhiran "est" pada kalimat adjective yang pendek (umumnya yang terdiri dari satu atau dua suku kata). Dahului dengan kata sandang "the".
- Untuk kata sifat (adjectives) yang lebih panjang (lebih dari dua suku kata) umumnya didahului dengan kata "most" sebelum kata sifat itu. Dahului dengan kata "the".
- Kata sifat yang berakhiran dengan huruf -e diubah menjadi superlative dengan menambahkan huruf "-est".

Keterangan :
1. Kata sifat yang berakhiran huruf -e diubah menjadi superlative dengan menambahkan -st.
Contoh :
- brave : berani ---> bravest : paling berani
- large : luas      ---> largest : paling luas
- wide : lebar    ---> widest : paling lebar
- safe : aman     ---> safest : paling aman
- fine : bagus     ---> finest : paling bagus

2. Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan huruf mati dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan -est
- hard : keras   ---> hardest : paling keras
- high : tinggi    ---> highest : paling tinggi
- low : rendah  ---> lowest: paling rendah
- slow : pelan   ---> slowest : paling pelan
- young ; muda ---> youngest : lpaling muda

3. Kata sifat yang berakhiran huruf mati setelah satu huruf hidup yang berbunyi dapat diubah menjadi superlative dengan menggandakan huruf mati tersebut dan kemudian menambahkan -est.
- big : besar     ---> : biggest: paling besar
- fat : gemuk    ---> fattest : paling gemuk
- hot : panas    ---> hottest : paling panas
- thin : kurus    ---> thinnest : paling kurus

4. Kata sifat yang berakhiran huruf -y setelah huruf mati dapat diubah menjadi superlative dengan menggantikan huruf -y dengan huruf -i kemudian ditambahkan -est.
- crazy : gila     ---> craziest : paling gila
- easy : mudah ---> easiest : paling mudah
- happy : gembira ---> happiest : paling gembira
- lazy : mlas     ---> laziest : paling malas
- tidy : rapi      ---> tidiest : paling rapi

5.Kata sifat yang berakhiran huruf -r, -er, -le, -ow dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan -est.
- clever : pandai   ---> cleverest : paling pandai
- near : dekat       ---> nearest : paling dekat
- poor : miskin     ---> poorest : paling miskin
- narrow : sempit ---> narrowest : paling sempit
- shallow : dangkal ---> shallowest : lpaling dangkal

6. Kata sifat yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan most.
- beautiful : cantik ---> most beautiful : paling cantik
- delicious : enak  ---> most delicious : paling enak
- difficult : sulit      ---> most difficult : paling sulit
- important : penting ---> most  important : paling penting
- useful : berguna  ---> most  useful : paling berguna

7. Beberapa kata sifat diubah menjadi superlative dengan pola yang tidak beraturan.
- good : bagus      ---> beest : paling bagus
- bad : buruk        ---> worst : paling buruk
- little : sedikit       ---> least : paling sedikit
- much : banyak    ---> most : paling banyak
- far : jauh             ---> farthest/furthest : paling jauh

CONNECTOR
Kata penghubung untuk menggabungkan dua buah klausa , yaitu dengan menggunakan and, but, or, or so.
Contoh :
1.      The sun was shining and the sky was blue.
2.      The sky was blue, but it was very cold.
3.      It may rain tonight, or it may be clear.
4.      It was raining outside, so I took my umbrella.


Sources :


Minggu, 13 April 2014

Tugas 2 Pasive Voice

Passive voice adalah suatu grammatical construction (bentuk gramatikal) dimana subject pada sentence (kalimat) atau clause (klausa) tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi atau ditindaklanjuti (receiver of action) oleh agent lain (doer of action) baik disebutkan ataupun tidak. 
Sebaliknya, pada konstruksi active, subject pada sentence atau clause berhubungan langsung dengan verb dengan bertindak sebagai pelaku aksi.
Kalimat aktif dapat ditransformasi menjadi pasif, namun hanya transitive verb (mempunyai direct object) yang dapat diberlakukan demikian.

Rumus Passive Voice
Rumus passive voice adalah sebagai berikut di bawah ini.
S + auxiliary verb + past participle
Catatan:
  • Auxiliary verb dapat berupa primary auxiliary verb be (is, are, am, was, were, be, been, being) maupun kombinasi antara dua primary (is/are being, was/were being, has/have been) maupun antara primary dan modal auxiliary verb (will be, will have been).
  • Kombinasi auxiliary digunakan pada bentuk pasif pada tenses. Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat di Bentuk Pasif pada Tenses, Infinitive, dan Gerund.
  • Past participle yang digunakan berupa kata kerja transitive (memiliki direct object).

a.    Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh :
  • Active    : He meets them everyday.
  • Passive  : They are met by him everyday.
  • Active    : She waters this plant every two days.
  • Passive  : This plant is watered by her every two days.

b.    Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Contoh :
  • Active    : He met them yesterday
  • Passive  : They were met by him yesterday
  • Active    : She watered this plant this morning
  • Passive  : This plant was watered by her this morning

c.    Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh :
  • Active    : He has met them
  • Passive  : They have been met by him
  • Active    : She has watered this plant for 5 minutes.
  • Passive  : This plant has been watered by her for 5 minutes.

d.   Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh :
  • Active    : He had met them before I came.
  • Passive  : They had been met by him before I came.
  • Active    : She had watered this plant for 5 minutes when I got here
  • Passive  : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here

e.    Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh :
  • Active    : He will meet them tomorrow.
  • Passive  : They will be met by him tomorrow.
  • Active    : She will water this plant this afternoon.
  • Passive  : This plant will be watered by her this afternoon.
  • Active    : The farmers are going to harvest the crops next week
  • Passive  : The crops are going to be harvested by the farmers next week.

f.     Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh :
  • Active    : He will have met them before I get there tomorrow.
  • Passive  : They will have been met by him before I get there tomorrow.
  • Active   : She will have watered this plant before I get here this afternoon.
  • Passive  : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon.

g.    Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh :
  • Active    : He would have met them.
  • Passive  : They would have been met by him.
  • Active    : She would have watered this plant.
  • Passive  : This plant would have been watered by her.

h.    Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh :
  • Active    : He is meeting them now.
  • Passive  : They are being met by him now.
  • Active    : She is watering this plant now.
  • Passive  : This plant is being watered by her now.

i.     Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (was atau were) + being.
Contoh :
  • Active    : He was meeting them.
  • Passive  : They were being met by him.
  • Active    : She was watering this plant.
  • Passive  : This plant was being watered by her.

j.     Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh :
  • Active    : He has been meeting them.
  • Passive  : They have been being met by him.
  • Active    : She has been watering this plant.
  • Passive  : This plant has been being watered by her.

k.    Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh :
  • Active    : He had been meeting them.
  • Passive  : They had been being met by him.
  • Active    : She had been watering this plant.
  • Passive  : This plant had been being watered by her.

l.     Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will be + being.
Contoh :
  • Active    : He will be meeting them.
  • Passive  : They will be being met by him.
  • Active    : She will be watering this plant.
  • Passive  : This plant will be being watered by her.

m.   Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Contoh :
  • Active    : He would be meeting them.
  • Passive  : They would be being met by him.
  • Active    : She would be watering this plant.
  • Passive   : This plant would be being watered by her.

n.    Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Contoh :
  • Active    : He will have been meeting them.
  • Passive  : They will have been being met by him.
  • Active    : She will have been watering this plant.
  • Passive  : This plant will have been being watered by her.

o.    Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh :
  • Active    : He would be meeting them.
  • Passive  : They would be being met by him.
  • Active    : She would be watering this plant.
  • Passive  : This plant would be being watered by her.